Senin, 25 Februari 2019

Prabowo Siap Kembalikan Lahan HGU

DetikCom -

Prabowo Siap Kembalikan Lahan, BPN: Yang Lainnya Juga Dong!


Capres Prabowo Subianto mengaku siap mengembalikan ratusan ribu hektare lahan hak guna usaha (HGU) yang ia kelola. Badan Pemenangan Nasional (BPN) juga meminta pemilik lahan besar lainnya melakukan hal yang sama.

"Surat izinnya sudah ada. Kalau Pak Prabowo, negara minta dikembalikan ya akan dikembalikan. Tapi yang lainnya juga dikembalikan dong. Ada yang (punya) jutaan," kata Ketua BPN Djoko Santoso. 

Hal itu disampaikan Djoko usai menghadiri deklarasi relawan Jaringan Nasional Garda Depan (Jagad) di Karanganyar, Sabtu (23/2/2019). Dia juga mengatakan tidak ada permasalahan dengan kepemilikan lahan Prabowo.

Juru bicara BPN, Ferry Juliantono yang turut mendampingi, membenarkan pernyataan Djoko Santoso. Bahkan persoalan lahan ini sudah diluruskan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.

"Hutan tanaman industri ada masa berlakunya. Ketika selesai, perusahaan yang memiliki hak tersebut akan mengembalikan. Kementerian Lingkungan Hidup, Ombudsman dan Pak JK sudah menjawab itu," ujarnya.

Ferry malah menyebut ada pihak-pihak lain yang memiliki lahan besar namun tidak berizin. Kondisi tersebut, kata dia, terjadi di era Presiden Joko Widodo.

"Yang tidak ada izinnya itu Meikarta, reklamasi pantai utara. Itu tidak ada izinnya. Itu keluarnya di masa pemerintahan Pak Jokowi. Itu jangan pura-pura nggak ngerti lho itu," tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, dalam debat, Prabowo mengaku rela andai negara hendak mengambil tanah tersebut. Namun, menurut Prabowo, akan lebih baik jika tanah tersebut dikelola dirinya. Sebab, Prabowo tak rela jika tanah negara itu jatuh ke tangan asing.

"Tapi adalah HGU. Adalah milik negara. Jadi setiap saat negara bisa ambil kembali. Kalau untuk negara, saya rela mengembalikan itu semua. Tapi daripada jatuh ke orang asing, lebih baik saya yang kelola. Karena saya nasionalis dan patriot," tegas Prabowo.



Sumber : https://news.detik.com/jawatengah/4440873/prabowo-siap-kembalikan-lahan-bpn-yang-lainnya-juga-dong 

Lahan HGU Luhut

DetikCom - Luhut Pandjaitan: Nggak Ada Salah Saya Punya Lahan HGU

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, mempertanyakan apakah salah jika dirinya memiliki lahan berstatus Hak Guna Usaha (HGU).

"Nggak ada salah saya punya HGU, salah kalau saya punya HGU?" kata Luhut di sela acara LBP Talk di Ballroom Westlake Resort, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Minggu (24/2/2019).

Pernyataan Luhut menjawab pertanyaan dari awak media soal isu lahan HGU yang mencuat akhir-akhir ini.

"Buka saja kalau ada," lanjutnya ketika awak media mengonfirmasi ulang apakah dia memiliki lahan HGU, dan apakah akan mengembalikan lahan HGU jika diminta oleh negara.

Namun ketika wartawan minta penegasan lagi apakah Luhut benar-benar tidak memiliki lahan HGU, Luhut memberikan jawaban kurang jelas karena dijawabnya sembari berjalan meninggalkan lokasi wawancara.

Diketahui, HGU milik capres Prabowo Subianto disoal lantaran pernyataan kepemilikan lahannya di Aceh dan Kalimantan dilontarkan oleh capres petahana Joko Widodo (Jokowi). Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno balik menyoal kepemilikan HGU pejabat negara, termasuk Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.

"Kenapa kita nggak ributin deh berapa misalnya Luhut punya HGU berapa. Pak Prabowo ini bukan pejabat negara loh. Tanya dong, Pak Luhut HGU-nya berapa. Pak Luhut Binsar Pandjaitan berapa HGU-nya? Sebagai menteri Pak Jokowi, berapa HGU Pak Luhut itu. Kan bisa juga kita bertanya balik kan," kata juru bicara BPN Andre Rosiadekepada wartawan, Rabu (20/2) lalu.

"Atau pejabat-pejabat lain, berapa HGU-nya? Kenapa tanya ke Pak Prabowo yang bukan pejabat negara? Dia memang background-nya pengusaha kan, kok diributkan," imbuhnya.



Sumber : https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-4442019/luhut-pandjaitan-nggak-ada-salah-saya-punya-lahan-hgu

Viral Lahan HGU Prabowo

DetikCom - Hak guna usaha (HGU) milik capres Prabowo Subianto disoal lantaran pernyataan kepemilikan lahannya di Aceh dan Kalimantan dilontarkan oleh capres petahana Joko Widodo (Jokowi). Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno balik menyoal kepemilikan HGU pejabat negara, termasuk Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.

"Kenapa kita nggak ributin deh berapa misalnya Luhut punya HGU berapa. Pak Prabowo ini bukan pejabat negara loh. Tanya dong, Pak Luhut HGU-nya berapa. Pak Luhut Binsar Pandjaitan berapa HGU-nya? Sebagai menteri Pak Jokowi, berapa HGU Pak Luhut itu. Kan bisa juga kita bertanya balik kan," kata juru bicara BPN Andre Rosiade kepada wartawan, Rabu (20/2/2019).

"Atau pejabat-pejabat lain, berapa HGU-nya? Kenapa tanya ke Pak Prabowo yang bukan pejabat negara? Dia memang background-nya pengusaha kan, kok diributkan," imbuhnya.

Politikus Gerindra ini menilai ribut-ribut soal HGU Prabowo ini diembuskan untuk menutupi kebohongan data Jokowi yang disampaikan saat debat. Kebohongan-kebohongan data itu, menurut Andre, malah justru direvisi sendiri oleh Jokowi.

"Pak Prabowo seorang pengusaha yang mendapatkan bisnis dari beliau pensiun, diributkan untuk menutupi kebohongan-kebohongan data Pak Jokowi yang mulai satu per satu direvisi oleh beliau. Kebohongan-kebohongan yang diungkapkan waktu debat kan sekarang terbukti mulai direvisi satu per satu oleh Pak Jokowi," ungkapnya.

Sebelumnya, Jokowi menyindir soal kepemilikan ratusan hektare tanah Prabowo di panggung debat capres kedua. Sindiran itu disampaikan Jokowi saat berbicara terkait pembagian sertifikat tanah.

"Saya tahu Pak Prabowo memiliki lahan yang sangat luas di Kalimantan Timur, sebesar 220 ribu hektare, juga di Aceh Tengah 120 ribu hektare. Saya hanya ingin menyampaikan bahwa pembagian-pembagian seperti ini tidak dilakukan pada masa pemerintahan saya," kata Jokowi di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Minggu (17/2).

Prabowo mengakui menguasai ratusan ribu hektare tanah di sejumlah wilayah di Indonesia. Namun, sebut Ketum Gerindra itu, tanah yang dimilikinya itu berstatus HGU (hak guna usaha).

"Tapi adalah HGU. Adalah milik negara. Jadi setiap saat negara bisa ambil kembali. Kalau untuk negara, saya rela mengembalikan itu semua. Tapi, daripada jatuh ke orang asing, lebih baik saya yang kelola. Karena saya nasionalis dan patriot," tegas Prabowo.

Pernyataan Jokowi yang menyinggung aset Prabowo ini pun berujung laporan ke Bawaslu. Jokowi dianggap menyebarkan fitnah.

"Kami melaporkan satu, dalam hal ini Pak Jokowi, terkait dengan apa yang telah beliau sampaikan semalam pada saat debat capres kedua di hotel Sultan Jakarta. Bahwa yang beliau sampaikan itu lebih kepada menyerang pribadi, kepada fitnah," ujar Tim Advokasi Indonesia Bergerak, Djamaluddin Koedoeboen, yang juga merupakan pendukung Prabowo, di kantor Bawaslu, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (18/2).



Sumber berita : https://news.detik.com/berita/4436921/lahan-prabowo-disoal-bpn-nggak-tanya-hgu-pak-luhut-berapa